Jakarta
Jum’at, 18 Jan 2008
oleh : Siagian Priska Cesillia
Selama ini banyak orang berpendapat bahwa suatu jenis makanan merupakan sumber asupan kalori yang besar. Padahal, beragamnya jenis minuman pun pada saat ini menyertakan kandungan kalori yang tidak sedikit. Sebuah studi di University of North Carolina mengungkapkan, setiap orang mengonsumsi 450 kalori setiap hari. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan 30 tahun lalu.
Maka, jangan heran apabila dari konsumsi minuman, berat badan akan naik 11,5 kilogram setiap tahunnya, karena kalori yang berbentuk cairan ini lebih sulit ditakar. Beberapa jenis minuman yang berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan, menurut David Zinczenko dan Matt Goulding, yang menulis buku best seller “Eat This, Not That”, antara lain soda, kopi, dan koktail.
Namun kita berpendapat bahwa, makanan yang berkalori tinggi selama ini sebatas makanan berlemak, maka ketika minum jenis minuman tersebut tidak pernah terpikirkan untuk membatasinya.
Tetapi ada baiknya juga karena kalori dalam bentuk cair justru lebih mudah dibatasi. Oleh karena itu, selama program diet, hitung pula seberapa banyak minuman jenis tersebut yang Anda konsumsi, lalu kurangi setengahnya menurut Zinczenko.
Jenis minuman yang baik dikonsumsi selama berdiet adalah air putih pilihan yang aman seperti yang dijelaskan McGrice.
Sebenarnya yang menambah kalori pada minuman soda atau jus adalah pemanis yang ditambahkan ke dalam minuman tersebut. Sedangkan untuk program diet maka buah sebaiknya diolah tanpa menambahkan pemanis apa-apa, atau langsung dimakan tanpa di-blend.
Tapi, apabila ingin mengonsumsi buah dalam bentuk jus, menurut McGrice harus memperhatikan kandungan kalori yang terdapat pada kemasan. Setelah itu, sesuaikan dengan kebutuhan banyaknya kalori yang ingin dikurangi dari tubuh.